BISKOM, Juni 2008,

Bersanding Singa, Berpacu Dengan Gazela

Perhelatan akbar CommunicAsia 2008 yang berlangsung di Singapore Expo pada tanggal 17 hingga 20 Juni 2008 merupakan barometer bagi industri dan pengembang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Asia. CommunicAsia 2008 merupakan event akbar tahunan di Asia Tenggara. Tahun ini merupakan yang ke-19 kalinya sebagai event international TIK. Perhelatan itu juga bisa dijadikan tolok ukur tentang daya inovasi dan aspek Business Driven Information Systems. Fenomena yang cukup menarik dari CommunicAsia adalah tentang daya adaptasi dan strategi bisnis dari para pengembang TIK di tanah air yang tergolong UMKM. Ibaratnya mereka harus makan bersanding dengan Singa dan berpacu dengan Gazela agar usahanya tetap eksis dan mampu bersaing di pasar global. Sungguh tepat langkah BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) dan CTI (Computrade Technology International) yang telah mendukung kiprah UMKM agar bisa mengikuti CummunicAsia dan event internasional lainnya.

Beberapa produk UMKM dibidang pengembangan perangkat lunak (software engineering) berkesempatan menjadi salah satu perusahaan yang mewakili Indonesia. Produk itu antara lain Solusi e-Broadcasting yang bernama RISE (Radio Broadcasting Integrated System). Sebagai solusi e-Broadcasting, RISE berangkat dari hal-hal yang sederhana dan praktis. Mengingat banyaknya stasiun radio yang menemukan kesadaran profesionalnya dalam menghadapi format jurnalisme interaktif yang banyak diminati khalayak pendengar pada saat ini. Sayangnya kesadaran tersebut masih sering dihadang oleh rintangan teknologi dan investasi. Untuk itulah ZamrudTechnology melalui produknya yang bernama RISE terpanggil untuk mencerahkan horizon industri penyiaran. Dengan RISE maka kegairahan stasiun radio untuk mengembangkan format jurnalisme interaktif semakin optimal. Jurnalisme interaktif yang lebih banyak diwarnai pelayanan pendengar lewat telpon, SMS dan internet akan menemukan cara yang lebih efisien, praktis dan inovatif yang pada akhirnya berujung kepada kepuasan khalayak pendengar dan pemasang iklan. Produk RISE versi awal telah mendapatkan Merit Award dalam ajang kompetisi APICTA-Indonesia untuk kategori Media & Entertainment, modul permodul telah diujicobakan dibeberapa stasiun radio di Indonesia (limited modul) dan Radio K-Lite (complete modul). Pada saat ini juga sedang dilakukan kerjasama pemasaran intenasional dengan perusahaan dari Belanda Boomatrix.

Tak bisa dimungkiri lagi bahwa kekuatan dan pesona stasiun radio pada saat ini terletak di program interaktif yang dapat dilakukan pendengar sewaktu-waktu. Implikasinya adalah seringnya pengelola stasiun radio merubah blocking program setelah mempelajari hasil riset preferensi pendengar. Tak pelak lagi, pendengar sangat membutuhkan aktualitas dan kecepatan berita pada peristiwa apapun. Kecenderungan diatas bisa diatasi dengan arsitektur RISE Core Radio yang merupakan kumpulan aplikasi untuk mendukung operasional stasiun radio, mulai dari modul program director, production director, traffic management, on-air, interactive messaging, logger, hingga audio streaming. Solusi RISE memiliki kemampuan penyediaan informasi berbasiskan internet. Dengan arsitektur Core Radio yang baik, maka dengan mudah pengelola radio menentukan prime time-nya. Karena pada saat ini banyak stasiun radio yang kurang tepat dalam menentukan prime timenya. Dengan RISE diharapkan radio reach atau radio listenership bisa cerah kembali. Karena data menunjukkan bahwa radio reach atau radio listenership cenderung menurun dari tahun ke tahun. Sementara itu, time spent listening, yakni sebuah rasio yang mengukur lamanya pendengar mendengarkan stasiun radio tidak banyak berubah. Hasil penelitian di tujuh kota besar Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata pendengar menghabiskan waktu rata-rata 3 jam per-hari.

Jumlah stasiun radio juga meningkat tajam pasca gerakan reformasi. Sayangnya hal ini kurang diikuti dengan pertumbuhan Radio Advertising Expenditure (Radex). Bahkan, data memperlihatkan terjadinya penurunan dalam pertumbuhan Radex. Perilaku masyarakat dalam mengkonsumsi media juga mengalami perubahan yang signifikan. Trend menunjukkan bahwa content radio menjadi on-demand. Implikasinya, di masa depan (bahkan sudah dimulai pada saat ini), semakin banyak orang yang meminta content spesifik untuk dirinya sewaktu-waktu. Untuk Sistem Berjaringan Industri Penyiaran Radio ada beberapa model stasiun jaringan yang kita kenal pada saat ini. Antara lain konsep model berjaringan kepemilikan dan konsep berjaringan dalam manajemen dan program. Ada lagi konsep berjaringan dalam program saja. Pada prinsipnya berbagai model diatas memerlukan sistem pendukung untuk melakukan operasional sehari-hari secara efektif, efisien dan akuntabel. Semua tuntutan sistem berjaringan itu bisa diatasi oleh RISE. Yang memang dirancang untuk dapat mengelola secara terintegrasi mulai dari pengelolaan program acara, pengelolaan lagu, berita, iklan hingga penyiaran (On Air) sebagai pendorong peningkatan kinerja bisnis dan operasional stasion radio. Dan dengan kemajuan teknologi telekomunikasi juga dimungkinkan kontrol operasional secara remote, pertukaran data dan informasi yang efisien antar stasiun radio, kerjasama yang efektif antara stasiun radio dengan mitra kerjanya seperti biro iklan, penyedia lagu, production house, penyedia berita, regulator, pengelola hak cipta lagu, bahkan memungkinkan perluasan jangkauan siaran hingga keseluruh dunia via teknologi Audio-Streaming. 

Meskipun media masa lain perkembangannya begitu pesat, namun jurnalisme radio masih tetap memiliki faktor keunggulan. Seperti perubahan set-up dan program siaran yang bisa dilakukan secara cepat. Lebih-lebih selera pendengar begitu dinamis dan sedang bergeser kepada hal-hal yang lebih interaktif dan menu berita dengan kecepatan tinggi. Kondisi seperti itu mendorong pemasang iklan radio menginginkan sistem yang lebih measurable dan accountable. Pengiklan ingin memastikan bagaimana dampak setiap rupiah yang dikeluarkan dalam promosi.  Yang dibutuhkan tidak sekedar reach, cumulative audience dan demografis, tetapi juga respons langsung dari setiap aktifitas promosi. Nampaknya, manajemen radio kebanyakan kurang memahami dan beradaptasi secara cepat dengan perubahan itu. Namun, problema diatas bisa diatasi dengan solusi RISE. Solusi itu bisa dikatakan sebagai kendaraan bagi stasiun radio untuk Turning Radio Stations Into Automated, Digitized, and Worldclass Broadcaster. Tak bisa dimungkiri lagi jika ingin berkembang maka Stasiun Radio & Jaringan Stasiun Radio memerlukan  sistem pendukung untuk melakukan operasional sehari-hari yang efektif, efisiendan dan akuntabel. Kemajuan teknologi informasi memungkinkan dibangunnya suatu sistem operasional stasiun radio yang dapat mengelola secara terintegrasi dari waktu kerja karyawan hingga invoicing, dari perawatan aset stasiun radio hingga manajemen penyiaran [on-air], sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis dan operasionalnya. Dan dengan kemajuan TIK juga dimungkinkan  kontrol operasional secara remote, pertukaran data dan informasi yang efisien antar stasiun radio, kerjasama yang efektif antara stasiun radio dengan mitra kerjanya (biro iklan, penyedia lagu, production house, penyedia berita, regulator, pengelola hak cipta lagu), bahkan memungkinkan perluasan jangkauan siaran hingga keseluruh dunia via teknologi Audio-Streaming. Juga memungkinkan Audio On Demand alias penyediaan rekaman siaran, yang setiap saat dapat diambil dan diputar ulang oleh pendengar yang membutuhkan. Untuk radio berjaringan, dengan RISE Net juga dimungkinkan pertukaran berita (Text & Audio), Lagu, Jingle, Program Siaran, dll. Relai acara siaran dari satu stasion radio di stasion radio yang lain yang berjauhan atau berbeda kota secara real time.

*) Penggerak IGOS, Alumni Universitas Paul Sabatier Toulouse Prancis.

Share