Usia Kemerdekaan Bangsa
Istilah Zeitgeist berasal dari bahasa Jerman yang secara harfiah berarti jiwa dari suatu waktu (time spirit). Istilah tersebut juga sering kita jumpai dalam ucapan dan tulisan para perintis dan pendiri Republik
Bukan berarti kaum tua ( usia lebih dari 50 tahun ) tidak mampu mengendalikan semangat jaman. Namun, sejarah sering menunjukkan bahwa kaum belia lebih mudah mengendalikan semangat jaman dan berani membuat perubahan mendasar. Orang tua saya pensiunan guru yang tinggal di suatu desa di Kabupaten Purworejo menyatakan bahwa anak muda itu ”kaduk wani kurang deduga” ( kelewat berani tapi kadang-kadang kurang perhitungan ). Itulah kekuatan dan keajaibannya sekaligus kelemahannya. Hanya dengan “Vivere Pericoloso” para aktivis belia itulah dominasi kolonialisme dan imperialisme dapat dijebol secara revolusioner. Sejarah kebangsaan kita telah menyajikan kehebatan para politisi belia. Banyak di antaranya malah mencapai puncak karier politik dalam usia yang masih sangat belia. Bung Syahrir, katakanlah, ia terpilih menjadi Perdana Menteri RI yang pertama pada usia 36 tahun. Kemudian Wahid Hasyim diangkat menjadi Menteri Agama saat usianya 35 tahun. M.Natsir menduduki kursi Perdana Menteri pada usia 42 tahun. Bung Karno menjadi Presiden pertama RI ketika berusia 44 tahun. Dan sederet lagi usia belia para tokoh dan pemimpin pergerakan Indonesia Merdeka pada tempo dulu. Yang membuat jalannya revolusi menjadi sustainable, dinamis dan menggelora seperti energi kawah gunung Merapi.
Layar sejarah telah menyajikan lakon, betapa belianya politisi dan pemimpin Indonesia tempo dulu. Dalam usia yang sangat belia mereka telah malang melintang, dan jatuh bangun dalam perjuangan politik. Hebatnya lagi, meski belia, tradisi intelektual mereka telah mencapai tingkat kematangan. Yang dalam perspektif sekarang ini sangat sulit dicari tandingannya. Indikator kematangan itu terlihat terang benderang ketika kita mau membaca gagasan dan pemikiran dalam karya tulisnya. Mereka adalah figur-figur “intelektual publik” yang sangat artikulatif dan visioner. Dengan predikat sebagai intelektual publik itulah, maka rakyat luas mudah memahami ide, gagasan dan sepak terjang kepolitikannya. Dalam usia yang sangat belia Bung Karno sebagai intelektual publik menulis Indonesia Menggugat yang sangat menggetarkan dunia. M.Natsir menulis beberapa artikel ideologis dan kemudian dikumpulkan dalam Capita Selecta yang mencerahkan kehidupan demokrasi pada saat itu. Bung Hatta menulis Indonesia Merdeka dan sederet tulisan lainnya. Bung Sjahrir menulis Renungan dalam Tahanan. Mereka adalah aktivis belia sekaligus intelektual publik yang benar-benar mengagumkan.
Dalam konteks Indonesian Incorporated yang berdaya saing global dibutuhkan CEO Zeitgeist yang mampu menjalankan grand strategy untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran rakyat. CEO Zeitgeist merupakan pemimpin yang efektif, sederhana dan mampu mempengaruhi, mengarahkan, dan mengajak, rakyatnya untuk berjalan menuju negeri harapan. CEO Zeitgeist untuk Indonesian Incorporated pada saat ini dan dimasa mendatang harus mampu mengartikulasikan ikon semangat revolusi kemerdekaan RI. Pada masa itu ikon tersebut berbentuk kepalan lima jari tangan menjulang keatas. Ikon bergambar kepalan tangan itu berbentuk poster bertuliskan “ Ayo, Bung ! ” hasil kolaborasi empat orang yaitu Bung Karno sebagai pemberi ide, pelukis Affandi sebagai penerjemah ide di kanvas, penyair Chairil Anwar sebagai pemberi teks, dan pelukis Sudjojono sebagai penata letak. Siapapun rakyat
Blog ini dibangun untuk merangkum serakan pemikiran penulis yang telah terbit di berbagai media masa maupun yang belum. Bila dirangkum, serakan pemikiran tersebut bermaksud mendorong sikap berdikari untuk membangkitkan negri dan menggambarkan perjalanan yang tidak terlalu rumit untuk menuju negeri harapan. Pada tahap awal, mayoritas pemikiran difokuskan dalam hal peranan Teknologi Informasi untuk perbaikan daya saing bangsa ("Nation Driven Information, Communication, and Broadcasting Technology")
Semua karya cipta, baik yang berupa tulisan maupun software dapat terealisasi terutama karena "Rahmat dari Allah SWT" serta dukungan dari rekan-rekan saya dari ZamrudTechnology, Crayonpedia, eDemocracy & Governance Institute, dan eBroadcasting Institute. Semoga membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Leave a reply