Agar pencanangan 2008 sebagai Warsa TIK tidak menjadi pepesan kosong, mestinya bangsa
Rekayasa Sosial
Dalam era wikinomics sekarang ini alangkah baiknya jika bangsa ini melakukan rekayasa sosial untuk merubah kebiasaan yang fanatik terhadap aplikasi proprietary tertentu. Terutama di sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan instansi pemerintahan lewat migrasi menuju kode terbuka. Sebetulnya merubah kebiasaan itu tidak terlalu sulit, kasusnya mirip waktu dulu kita mengggunakan aplikasi WordStar lalu berpindah ke WordPerfect. Setelah nyaman memakai WordPerfect muncul Micrsoft Word. Biasanya pola kebiasaan tersebut dikendalikan oleh model bisnis. Oleh sebab itu segenap bangsa ini harus serius mengembangkan model bisnis kode terbuka. Disertai dukungan legalitas dan penyediaan tenaga advokasi yang menguasai manajemen HAKI dan Hak Cipta Teknologi Terbuka atau OSS. Tujuh model Eric Raymond yang selama ini menjadi referensi mula sebaiknya diadaptasi dengan model bisnis terbuka dari Henry Chesbrough yang disempurnakan oleh IGOS Center Bandung, yang menggolongkan model bisnis OSS dari yang nilai tambahnya sedikit ke yang lebih tinggi. Model itu antara lain meliputi : Pertama, Distributing : menyebarkan teknologi terbuka yang meliputi open knowledge, open source software, dan open hardware. Kedua, Service & Support : membantu pengguna dalam memasang, memakai, dan merawat teknologi terbuka. Ketiga, Versioning yakni mengadaptasi versi teknologi terbuka dan mengelola lisensi terbuka yang sesuai dengan legalitas yang diperlukan. Keempat, Integrating yakni memodifikasi, menambah, maupun memadukan teknologi terbuka agar sesuai dengan ekosistem aktual pengguna. Kelima, Complementing yakni menyediakan komponen pelengkap dan/atau peningkat bagi teknologi terbuka yang ada. Keenam Leading yakni memimpin kegiatan penelitian dan pengembangan, melakukan serta mendorong percepatan inovasi berbasis teknologi terbuka.
Aplikasi Perangkat Lunak
Sekarang ini kita dapat melihat berbagai macam distro (distribusi, jenis) Linux yang jumlahnya mencapai ratusan. Salah satu distro yang sangat popular adalah RedHat. Selain itu ada juga distribusi Slackware dan Debian yang memiliki spesifikasi tersendiri. Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, Red-Flag Linux di Cina. Ada yang perlu dipahami lebih dalam lagi tentang lisensi-lisensi yang telah disertifikasi oleh Open Source Organization seperti GNU General Public License (GPL) atau biasa disebut Copyleft, GNU Library General Public License (LGPL), dan Sun Public License. GNU GPL dan GNU LGPL adalah lisensi yang dibuat oleh The Free Software Foundation. Lisensi ini pula yang digunakan oleh software Linux pada umumnya. Penting untuk dicatat bahwa istilah free dalam lisensi tersebut merujuk pada hal kebebasan berinovasi dan distribusi, bukan pada hal reward atau uang. Masa depan dari bisnis open source sangat cerah dan bisa membangkitkan daya saing bangsa. Hal itu tergambar dalam tesis Frank Gens, Senior Vice President of Research di IDC yang menyebutkan adanya the open source effect, yaitu akselerasi yang luar biasa atas bisnis model yang mengandalkan open innovation pada pengembangan layanan dan produk TIK. Pengakuan atas kekayaan intelektual terutama dalam domain aplikasi perangkat lunak di tanah air memang masih tergolong lemah. Namun begitu tidak perlu langkah yang terlalu represif. Dibutuhkan terapi yang bersifat persuasif dan edukatif tanpa didekte oleh pihak manapun. (*)
HEMAT DWI NURYANTO, CEO ZamrudTechnology, alumni Universitas Paul Sabatier
Blog ini dibangun untuk merangkum serakan pemikiran penulis yang telah terbit di berbagai media masa maupun yang belum. Bila dirangkum, serakan pemikiran tersebut bermaksud mendorong sikap berdikari untuk membangkitkan negri dan menggambarkan perjalanan yang tidak terlalu rumit untuk menuju negeri harapan. Pada tahap awal, mayoritas pemikiran difokuskan dalam hal peranan Teknologi Informasi untuk perbaikan daya saing bangsa ("Nation Driven Information, Communication, and Broadcasting Technology")
Semua karya cipta, baik yang berupa tulisan maupun software dapat terealisasi terutama karena "Rahmat dari Allah SWT" serta dukungan dari rekan-rekan saya dari ZamrudTechnology, Crayonpedia, eDemocracy & Governance Institute, dan eBroadcasting Institute. Semoga membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Leave a reply