Kompas, Jawa Barat, 20 November 2008

Industri kreatif akan tumbuh dengan baik jika berakar kepada keanekaragaman budaya lokal. Agar berkembang sesuai dengan semangat jaman keanekaragaman budaya itu membutuhkan infrastruktur fisik dan media Wiki. Pentingnya mewujudkan Wiki Budaya Jawa Barat sebagai ensiklopedia online yang berorientasi web 2.0. Wiki itu berisi informasi lengkap mengenai keanekaragaman budaya Jawa Barat hasil kerja kolaboratif yang bisa diedit, diapresiasi atau diinovasi oleh siapapun sepanjang waktu. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) merupakan penunjang yang sangat ampuh bagi pengembangan industri kreatif. Pembangunan infrastruktur budaya di Jawa Barat seperti taman budaya, gallery, sekolah seni, workshop kerajinan, ruang pentas dan pameran, kondisinya masih tertinggal jauh. Sudah begitu, konten keanekaragaman budaya dan kompetensi seni masih “tercecer” di sana-sini. Betapa sulitnya kita mencari media yang bisa memberikan informasi lengkap tentang untaian zamrud budaya Jawa Barat. Untaian zamrud itu bisa tertimbun oleh waktu jika generasi muda kurang mendapatkan akses untuk menginovasi dan mengapresiasi lebih lanjut. Industri kreatif di Jawa Barat akan berkembang dengan baik jika terjadi proses kolaborasi yang melibatkan ide-ide yang segar serta semangat kerjasama yang penuh antusias.

Dengan adanya Wiki Budaya maka proses desain bagi industri kreatif di Jawa Barat bisa lebih lancar dan adaptif. Wiki itu sekaligus menjadi platform bagi partisipasi sekaligus menjadi “panggung” terbuka. Yang pada gilirannya nanti bisa menjadi “ruang kerja” yang membentuk meritokrasi profesi dengan jaringan yang sangat luas. Apalagi, untuk mewujudkan proses desain yang berakar dari budaya lokal harus bisa adaptif dan kompetitif dengan kemajuan teknologi. Proses desain yang berakar dari budaya lokal sangat strategis, apalagi pada saat ini di Bandung sduah banyak distro yang dikelola oleh anak muda. Distro itu telah memproduksi bermacam produk, mulai dari pakaian, buku, kerajinan, kaset dan lebel-lebel independen. Juga perlunya mendorong industri game yang bernuansa budaya lokal. Sekedar catatan, bahwa produk game dari Amerika Serikat biasanya hadir dengan judul yang menyajikan lebih banyak cerita action dan kurang mengandung nilai budaya. Sementara itu, produk game dari Jepang dan Eropa lebih memukau karena telah meleburkan unsur budaya ke dalam cerita. Bahkan developer game di Cryptek, Jerman, sampai-sampai melibatkan puluhan bahasa dan budaya nasional. Sehingga produknya bersifat multikultural dan cepat mendunia.

Wiki Budaya Jabar yang diharapkan bisa menjadi penunjang industri kreatif, alangkah baiknya kalau mampu mengadopsi berbagai kiat seperti yang ada di buku “The Art of Innovation” yang ditulis seorang desainer produk di IDEO dari Palo Alto California . Ternyata, produk IDEO yang sudah mendunia itu juga menyerap unsur etnik dan ergonomik yang sangat digandrungi oleh konsumen dunia. Contoh produk itu antara lain adalah mouse pertama untuk komputer Apple Lisa dan Macintosh, digital organizer Palm V, Handspring, phone cell cerdas Treo, Monitor Sync Master Samsung, alat pacu jantung, inkubator tempat penyimpanan ginjal, kamera mini untuk PDA dan sederet produk lainnya. IDEO yang didirikan seorang desainer stanford David Kelley, pada awalnya seperti perusahaan kolaboratif yang bertolak belakang dengan nuasa korporasi yang pada umumnya bersifat kaku dan serba formal. Suasana “ruang kerja Wiki” di IDEO semakin menggairahkan karena adanya latar belakang SDM yang berbeda, mulai dari seniman, psikolog, pakar komunikasi, insinyur mekanik dan elektrik, ahli material, hingga programer IT. Semuanya memberikan nilai tambah yang luar biasa karena himpunan pengetahuan kolektif yang memiliki spektrum luas.

Sebenarnya industri kreatif di Jawa Barat, utamanya di kota Bandung bukanlah hal baru. Sudah cukup lama Bandung telah menjadi kota kreatif. Namun, tokoh dan karya-karya kreatifnya sudah banyak yang ditelan jaman karena tidak terkelola dengan baik. Warga dunia juga tahu, bahwa Bandung merupakan kota yang banyak melahirkan tokoh yang berjiwa “ascensia recta”, yakni semangat hebat dan kerja detail untuk menciptakan karya yang indah, eksotik, unggul dan mengandung keagungan seni dan arsitektur yang memorable sepanjang jaman. Salah satu contohnya adalah jiwa “ascensia recta” dari Bung Karno yang tumbuh dan berkembang di tatar Pasundan. Tak bisa dimungkiri lagi bahwa Soekarno sang arsitek adalah pendorong industri kreatif yang luar biasa pada jamannya. Hal itu juga tercermin dari pidato Bung Karno pada 1956  yang berbunyi “Berjiwa besarlah, ber-imagination !  Gali ! Bekerja ! Gali ! Bekerja ! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia”. Bahkan, sejak 1920 Bung Karno telah membentuk komunitas kreatif yang mampu mengapresiasi karya sinema dengan baik. Hal itu terjadi pada film pertama bangsa Indonesia yang berjudul Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada 1926.

Fakta telah menunjukkan bahwa industri kreatif memiliki skala dan potensi yang sangat besar bagi perekonomian. Seperti dinyatakan dalam buku karya John Howkins yang berjudul “The Creative Economy : How People Make Money from Ideas“. Agar industri kreatif di Jabar teraktualisasi lebih luas lagi, pentingnya mewujudkan Wiki Budaya Jabar, yang pada prinsipnya merupakan knowledge management dengan mengimplementasikan ensiklopedia budaya dalam jaringan internet yang berorientasi web 2.0. Wiki Budaya Jabar serupa makna tetapi tidak sama dengan Wikipedia yang sudah malang melintang di jagat internet. Untuk menyamakan persepsi kita perlu mengkalibrasi pengertian istilah Wiki. Kita juga perlu menengok persepsi umum tentang istilah Wiki yang sulit dipisahkan dengan Wikipedia yang dewasa ini sudah cukup dominan di jagat maya dan mulai menjadi “ideologi” ekonomi global yang bernama Wikinomics. Secara sederhana Wiki bisa diartikan sebagai website dimana para pengunjungnya bebas untuk mengubah-ubah isi dari website tersebut. Lebih teknis lagi Wiki merupakan singkatan dari WikiWikiWeb, yakni software wiki pertama yang menerapkan konsep “anyone can edit”. Kata Wiki diadopsi dari bahasa Hawaii , yakni wikiwiki yang berarti cepat. Sesuai dengan konsep dasarnya, yaitu cepat untuk mengedit, cepat untuk melihat hasilnya. Namun, untuk menjaga kualitas, integritas dan kompetensi maka Wiki Budaya Jabar hendaknya mengadopsi mekanisme Wikipedia  sebagai ensiklopedia yang isinya bebas diubah oleh siapa saja, tetapi ada syarat-syarat tertentu agar karya seseorang layak untuk ditampilkan.

HEMAT  DWI  NURYANTO,  CEO Zamrud Technology, alumni Universitas Paul Sabatier Toulouse Perancis. 

Share