<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Filosofi Contreng dan Teknologi Pemilu</title>
	<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/</link>
	<description>Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Penyiaran Untuk Membangkitkan Bangsa</description>
	<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 19:37:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Hemat Dwi Nuryanto</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-160</link>
		<dc:creator>Hemat Dwi Nuryanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:15:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-160</guid>
		<description>pernah bekerja di kpu merupakan sebuah pengalaman traumatis dalam hidup kami. bekerja keras, konsisten, dan mengedepankan kemampuan intelektual seperti sebuah hal yg sia2 dilakukan. memperingatkan kejadian buruk atas sesuatu pengambilan keputusan yg keliru ... kami rasakan sebagai tindakan yg bodoh. bagaimanapun pada akhirnya kami mengalami kesedihan yg dalam. karena yg terjadi ternyata lebih buruk dari yg kami sangka. Yang Maha Kuasa ternyata memberi petunjuk lebih baik dan menegur lebih keras dibanding kami. hdn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pernah bekerja di kpu merupakan sebuah pengalaman traumatis dalam hidup kami. bekerja keras, konsisten, dan mengedepankan kemampuan intelektual seperti sebuah hal yg sia2 dilakukan. memperingatkan kejadian buruk atas sesuatu pengambilan keputusan yg keliru &#8230; kami rasakan sebagai tindakan yg bodoh. bagaimanapun pada akhirnya kami mengalami kesedihan yg dalam. karena yg terjadi ternyata lebih buruk dari yg kami sangka. Yang Maha Kuasa ternyata memberi petunjuk lebih baik dan menegur lebih keras dibanding kami. hdn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Johan Tambotoh</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-155</link>
		<dc:creator>Johan Tambotoh</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 05:12:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-155</guid>
		<description>Hallo pak Hemat,

Jujur saja sy sangat bingung dengan kinerja KPU saat ini. Belum tuntas kekisruhan DPT, kini ditambah lagi dengan kekisruhan 'Quick Count' ala KPU yang amburadul.

Pak, apa sebetulnya yang terjadi di KPU kita? Gimana sih kronologis ceritanya kok bisa sampai kayak gini. Maaf pak, saya bertanya karena naluri akademik sy mengatakan bahwa TIDAK MUNGKIN kalau di KPU (Tim Ahli TI) tidak punya IT Plan (mulai dari DPT - ini lain soal - hingga Tabulasi Nasional Pemilu)? 

Apa sih yang sebetulnya terjadi pak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo pak Hemat,</p>
<p>Jujur saja sy sangat bingung dengan kinerja KPU saat ini. Belum tuntas kekisruhan DPT, kini ditambah lagi dengan kekisruhan &#8216;Quick Count&#8217; ala KPU yang amburadul.</p>
<p>Pak, apa sebetulnya yang terjadi di KPU kita? Gimana sih kronologis ceritanya kok bisa sampai kayak gini. Maaf pak, saya bertanya karena naluri akademik sy mengatakan bahwa TIDAK MUNGKIN kalau di KPU (Tim Ahli TI) tidak punya IT Plan (mulai dari DPT - ini lain soal - hingga Tabulasi Nasional Pemilu)? </p>
<p>Apa sih yang sebetulnya terjadi pak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hemat Dwi Nuryanto</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-152</link>
		<dc:creator>Hemat Dwi Nuryanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 03:00:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-152</guid>
		<description>benar mas syafril, harusnya cukup menggunakan kertas A4 yg berisi no partai dan no caleg sedangkan info lengkap partai dan nama caleg bisa ditempel di bilik atau papan pengumuman. pasti dari sisi kertas hemat lebih dari Rp 500 Milyar.

bila dipadukan dg it, cukup setara dg london elect (pemilihan walikota london dan london assembly) yg baru berlangsung mei 2008 dan tidak harus dg e-voting seperti di US. pemilu bisa berhemat s/d Rp 9 Trilyun.

sayang sejumlah anak bangsa masih gamang berinovasi dan malu untuk belajar dari kemajuan bangsa lain. hdn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benar mas syafril, harusnya cukup menggunakan kertas A4 yg berisi no partai dan no caleg sedangkan info lengkap partai dan nama caleg bisa ditempel di bilik atau papan pengumuman. pasti dari sisi kertas hemat lebih dari Rp 500 Milyar.</p>
<p>bila dipadukan dg it, cukup setara dg london elect (pemilihan walikota london dan london assembly) yg baru berlangsung mei 2008 dan tidak harus dg e-voting seperti di US. pemilu bisa berhemat s/d Rp 9 Trilyun.</p>
<p>sayang sejumlah anak bangsa masih gamang berinovasi dan malu untuk belajar dari kemajuan bangsa lain. hdn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Syafril KATY'84</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-144</link>
		<dc:creator>Syafril KATY'84</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 15:29:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-144</guid>
		<description>Saya kemarin sebagai petugas KPPS merasakan betapa primitifnya pemilu caleg 2009 ini dengan menggunakan kertas suara yg sangat tidak efisien &#38; efektif. Padahal banyak anak bangsa Indonesia yg jago2 di bidang teknologi informasi untuk bisa membuat lebih efektif &#38; efisien.
Bayangkan saja jika lebih dari 3 trilyun rupiah hanya dihabiskan untuk keperluan logistik. Lha mbok invest untuk computerized... bener nggak mas Hemat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kemarin sebagai petugas KPPS merasakan betapa primitifnya pemilu caleg 2009 ini dengan menggunakan kertas suara yg sangat tidak efisien &amp; efektif. Padahal banyak anak bangsa Indonesia yg jago2 di bidang teknologi informasi untuk bisa membuat lebih efektif &amp; efisien.<br />
Bayangkan saja jika lebih dari 3 trilyun rupiah hanya dihabiskan untuk keperluan logistik. Lha mbok invest untuk computerized&#8230; bener nggak mas Hemat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novan</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-140</link>
		<dc:creator>novan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 08:08:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-140</guid>
		<description>berpikir
apakah pemilu bisa dibiarkan sebagai "pesta rakyat"??


hal-hal lain sebaiknya sebagai "pelayan" saja untuk mensukseskan hajatan besar RAKYAT ( sekali lagi RAKYAT )


dulu, satu-satunya acara yg bisa menyatukan rakyat hanya pemilu ini,

dulu semua rakyat adalah "PEMILIH"

sekarang???
repotnya cara memilih,
pilihan yg terlalu banyak dan tidak diketahui kualitasnya,
dan di ujung adalah "bergunakah" pemilu ini bagi rakyat

setidaknya sudah membelah rakyat menjadi 2, pemilih dan bukan pemilih ( golput, apapun alasannya )

g ada yg perlu dikedepankan,
ga seharusnya dengan alasan teknologi mengubah budaya bangsa sejauh itu,
klo harus, lakukan secara bijak dan perlahan...
tapi, kedepankan klo ini pesta rakyat

apa pemilu depan bisa hanya dengan sms saja???
tanpa perlu tahu siapa sih tetangga saya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berpikir<br />
apakah pemilu bisa dibiarkan sebagai &#8220;pesta rakyat&#8221;??</p>
<p>hal-hal lain sebaiknya sebagai &#8220;pelayan&#8221; saja untuk mensukseskan hajatan besar RAKYAT ( sekali lagi RAKYAT )</p>
<p>dulu, satu-satunya acara yg bisa menyatukan rakyat hanya pemilu ini,</p>
<p>dulu semua rakyat adalah &#8220;PEMILIH&#8221;</p>
<p>sekarang???<br />
repotnya cara memilih,<br />
pilihan yg terlalu banyak dan tidak diketahui kualitasnya,<br />
dan di ujung adalah &#8220;bergunakah&#8221; pemilu ini bagi rakyat</p>
<p>setidaknya sudah membelah rakyat menjadi 2, pemilih dan bukan pemilih ( golput, apapun alasannya )</p>
<p>g ada yg perlu dikedepankan,<br />
ga seharusnya dengan alasan teknologi mengubah budaya bangsa sejauh itu,<br />
klo harus, lakukan secara bijak dan perlahan&#8230;<br />
tapi, kedepankan klo ini pesta rakyat</p>
<p>apa pemilu depan bisa hanya dengan sms saja???<br />
tanpa perlu tahu siapa sih tetangga saya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hemat Dwi Nuryanto</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-135</link>
		<dc:creator>Hemat Dwi Nuryanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 11:03:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-135</guid>
		<description>pak aldebaran, polemik yg berkembang diluar yg kami harapkan. terjadi tidak seperti yg kami maksud dan rencanakan. namun alhamdulillah telah berakhir. mohon maaf bila kami telah menyampaikan persepsi publik terkait bpkp, yang mungkin benar untuk sebagian hal namun tidak untuk hal yg lain. hdn</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak aldebaran, polemik yg berkembang diluar yg kami harapkan. terjadi tidak seperti yg kami maksud dan rencanakan. namun alhamdulillah telah berakhir. mohon maaf bila kami telah menyampaikan persepsi publik terkait bpkp, yang mungkin benar untuk sebagian hal namun tidak untuk hal yg lain. hdn</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aldebaran Chandra</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-133</link>
		<dc:creator>Aldebaran Chandra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 10:10:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2009/03/30/filosofi-contreng-dan-teknologi-pemilu/#comment-133</guid>
		<description>Masalah IT KPU kayaknya banyak polemik-nya seperti yg saya ikuti di milis e-gov Indonesia
Sayang, sebagai pegawai BPKP saya tidak bisa melakukan apa2
Saya hanya bisa berharap, kita dapat memilih yg terbaik untuk bangsa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah IT KPU kayaknya banyak polemik-nya seperti yg saya ikuti di milis e-gov Indonesia<br />
Sayang, sebagai pegawai BPKP saya tidak bisa melakukan apa2<br />
Saya hanya bisa berharap, kita dapat memilih yg terbaik untuk bangsa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

