<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Signifikansi Pengembangan e-Indigenous</title>
	<link>http://www.hdn2020.com/2010/01/15/signifikansi-pengembangan-e-indigenous/</link>
	<description>Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Penyiaran Untuk Membangkitkan Bangsa</description>
	<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 19:39:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: L.T. Handoko</title>
		<link>http://www.hdn2020.com/2010/01/15/signifikansi-pengembangan-e-indigenous/#comment-403</link>
		<dc:creator>L.T. Handoko</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 23:59:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.hdn2020.com/2010/01/15/signifikansi-pengembangan-e-indigenous/#comment-403</guid>
		<description>Artikel yang menarik dan agak langka... Karena mengupas masalah penting yang masih kurang dipedulikan. Saya ingin menginformasikan beberapa hal :

1) Ijin Peneliti Asing telah diambil alih oleh Ristek, sehingga bukan LIPI lagi yang menangani. Sebenarnya sesaat sebelum diambil alih, LIPI telah membuka dan merilis Peneliti Asing Online (http://penelitiasing.lipi.go.id) yang memungkinkan proses perijinan s/d pelaporan dilakukan secara online. Sistem ini memastikan setiap Peneliti Asing memasukkan laporan dsb bila tidak ingin masuk black-list. Sehingga meski LIPI tidak bisa menindak secara hukum, secara sistem Peneliti Asing dipaksa untuk memberikan laporan lengkapnya. Selain itu database menjadi lengkap dan bisa diakses dengan mudah termasuk isi laporannya.
Sistem ini berjalan bagus dan sangat diapresiasi peneliti asing dan mitra lokalnya karena mempermudah semuanya, meski dilain pihak sistem menjadi semakin ketat dan terkontrol. Karena sebagian besar peneliti asing tidak mengirimkan laporan lengkap dsb hanya karena masalah kerepotan, lebih daripada keinginan menutupi sesuatu.

2) LIPI menyediakan sarana dan infrastruktur publik secara cuma-cuma untuk database-2 ilmiah semacam e-Indigenous ini. Anda bisa mengakses di http://www.arsip.lipi.go.id. 
Masalahnya adalah komunitas terkait harus menginisiasi dan kemudian memeliharanya secara berkesinambungan secara mandiri. Karena e-Indigenous sebaiknya dikelola oleh komunitas terkait yang memahami benar substansi. Mungkin Anda berminat memulai ? Silahkan kontak kami... 
Selama ini infrastruktur ini banyak dipakai untuk data e-Indigenous terkait hard-science.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang menarik dan agak langka&#8230; Karena mengupas masalah penting yang masih kurang dipedulikan. Saya ingin menginformasikan beberapa hal :</p>
<p>1) Ijin Peneliti Asing telah diambil alih oleh Ristek, sehingga bukan LIPI lagi yang menangani. Sebenarnya sesaat sebelum diambil alih, LIPI telah membuka dan merilis Peneliti Asing Online (http://penelitiasing.lipi.go.id) yang memungkinkan proses perijinan s/d pelaporan dilakukan secara online. Sistem ini memastikan setiap Peneliti Asing memasukkan laporan dsb bila tidak ingin masuk black-list. Sehingga meski LIPI tidak bisa menindak secara hukum, secara sistem Peneliti Asing dipaksa untuk memberikan laporan lengkapnya. Selain itu database menjadi lengkap dan bisa diakses dengan mudah termasuk isi laporannya.<br />
Sistem ini berjalan bagus dan sangat diapresiasi peneliti asing dan mitra lokalnya karena mempermudah semuanya, meski dilain pihak sistem menjadi semakin ketat dan terkontrol. Karena sebagian besar peneliti asing tidak mengirimkan laporan lengkap dsb hanya karena masalah kerepotan, lebih daripada keinginan menutupi sesuatu.</p>
<p>2) LIPI menyediakan sarana dan infrastruktur publik secara cuma-cuma untuk database-2 ilmiah semacam e-Indigenous ini. Anda bisa mengakses di <a href="http://www.arsip.lipi.go.id." rel="nofollow">http://www.arsip.lipi.go.id.</a><br />
Masalahnya adalah komunitas terkait harus menginisiasi dan kemudian memeliharanya secara berkesinambungan secara mandiri. Karena e-Indigenous sebaiknya dikelola oleh komunitas terkait yang memahami benar substansi. Mungkin Anda berminat memulai ? Silahkan kontak kami&#8230;<br />
Selama ini infrastruktur ini banyak dipakai untuk data e-Indigenous terkait hard-science.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

