TREN teknologi informasi dan komunikasi kedepan masih diwarnai dengan optimasi penggunaan teknologi web service. Apalagi sifat teknologi itu tidak terikat dengan sistem operasi atau bahasa pemrograman yang digunakan. Dapat dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman apa saja serta dapat diimplementasikan pada berbagai platform. Kondisi itu sangat tepat untuk mengintegrasikan data maupun aplikasi yang sering disebut dengan istilah A2A (application to application). Penerapan web service secara optimal dapat menumbuhkan digitalpreneur di daerah. Karena berbagai produk dan jasa yang dimiliki oleh daerah bisa dipasarkan secara global dengan metoda yang murah dan efektif. Selain itu manfaat pasti teknologi web service bagi entitas industri di daerah adalah sebagai Enterprise Application Integration (EAI) framework dengan tujuan untuk mengelaborasi solusi terhadap permasalahan integrasi aplikasi pada industri proses. Bagi pengelola industri pariwisata hal itu bisa mengintegrasikan sistem informasi obyek atau daerah tujuan wisata dengan kegiatan atau transaksi ekonomi secara real time.
Dengan teknologi web service penggunaan quick respon code (QR Code) untuk berbagai obyek wisata dan produk kriya unggulan (excellent craft) daerah dampaknya bisa lebih hebat lagi. Apalagi jika obyek wisata dan produk daerah tersebut dipadukan dengan aplikasi Google Earth untuk mewujudkan sistem informasi dengan profil masing-masing. Dengan demikian terjadi link ke berbagai knowledge management dan terwujudlah business intelligence. Dalam konteks perpaduan diatas deskripsi dan informasi yang lebih detail tentang produk daerah bisa dibuat dengan memanfaatkan fasilitas balloon yang bisa berfungsi sebagai link ke knowledge management maupun sistim informasi eksekutif secara global. Format untuk membuat profil dalam balloon tersebut menggunakan format KML (berbasis pemrograman HTML sederhana) yang dikompakkan sebagai KMZ. Dengan demikian informasi maupun beberapa fitur tambahan dapat di-share dengan mudah kepada pihak lain untuk dapat dibuka dengan aplikasi Google Earth. Pemasaran obyek wisata dan kriya unggulan dengan metode diatas searah dengan rekomendasi Tourism Technology Association (TTA) yang menyatakan bahwa industri pariwisata sangat tergantung dengan internet. Metode diatas semakin memiliki impact yang luar biasa jika dikaitkan dengan eksistensi jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube dan lain-lain.
Negeri ini harus pandai-pandai memetik manfaat dari perkembangan teknlogi web service. Apalagi, nama besar seperti Amazon Web Service (AWS) dan Google App Engine semakin memberikan kemudahan kepada warga dunia. Sekedar catatan AWS secara progresif mengembangkan layanannya ke wilayah Asia Pasifik pada 2010. Kehadiran layanan ini jelas akan mendorong entitas bisnis untuk menempatkan sumber daya komputasi dan storage lebih dekat dengan pelanggan mereka di wilayah Asia Pasifik. Kehadiran layanan diatas menyebabkan pengembang perangkat lunak dan bisnis lokal dapat mengakses layanan infrastruktur AWS dari berbagai availability zones. Selama ini Amazon membutuhkan waktu sepuluh tahun dengan menghabiskan dana lebih dari 1 miliar dollar AS. Untuk mengembangkan teknologi kelas dunia dan konten platform yang digunakan pada situs web Amazon demi jutaan pelanggan yang beraktifitas setiap hari. Layanan AWS yang tersedia di wilayah Asia Pasifik akan meliputi Amazon Elastic Compute Cloud (Amazon EC2), Amazon Simple Storage Service (Amazon S3), Amazon SimpleDB, Amazon Relational Database Service (Amazon RDS), Amazon Simple Queue Service (Amazon SQS), Amazon Elastic MapReduce, dan Amazon Cloud Front.
Para pengembang TIK di negeri ini ditantang untuk membuat sebanyak-banyaknya suatu sistem yang berbasis service oriented. Arsistektur sistem yang berbasis service dikenal dengan istilah Service Oriented Architecture (SOA). Dari sekian banyak teknologi yang dapat mengimplemnetasikan SOA, web service paling relevan karena mampu meyediakan standar dari perbedaan aplikasi dan berjalan di banyak platform. Sehingga dapat digunakan untuk integrasi sistem seperti Bisnis to Bisnis (B2B), Bisnis to Customer (B2C) dalam aplikasi e-Business dan Virtual Enterprise (VE). Teknologi web service sangat efektif untuk merancang sistem infomasi terpadu bagi lembaga pemerintah maupun korporasi di negeri ini. Karena programer cukup memberikan input dan mengambil hasil pengolahan data atau output dari web service. Selain itu penggunaanya dengan sistem operasi Linux juga tidak mengalami hambatan yang berarti. Web service pada hakekatnya mencirikan era Web 3.0 yang menerapkan intelektualitas buatan. Juga mentransformasikan fungsi iPhone atau iPod Touch menjadi sistem marketing yang luar biasa. Seseorang yang ingin membeli suatu barang cukup mengambil fotonya melalui ponsel iPhone atau iPod Touch kemudian melalui aplikasi tersebut mengirimkan ke Amazon. Lalu Mechanical Turk Program akan melakukan pencarian di database yang ada sesuai dengan petunjuk foto tersebut. Dalam waktu singkat data barang yang dimaksud segera dikirim dan yang bersangkutan bisa segera membelinya. Aplikasi tersebut selain membantu seseorang mencari barang, dapat juga digunakan untuk browsing seluruh toko virtual yang ada.
           Para pemetik teknologi web service juga dimanjakan dengan layanan storage dan database. Seperti misalnya Google App Engine yang menyediakan layanan tersebut sehingga kita tidak perlu khawatir akan borosnya pemakaian resource hosting. Salah satu kelebihan yang sangat penting dari Google App Engine adalah layanan tersebut disediakan secara gratis. Selama penggunaan quota space masih dibawah 500 MB, 200 million megacycles/day dari CPU (prosesor), dan 10 GB dari total bandwith. Lebih dari itu akan dikenakan biaya yang menurut Google masih tergolong murah. Namun begitu, fasilitas layanan gratis itu sudah cukup bagi developer web aplikasi untuk membangun sebuah website dengan sekitar 5 juta page views sebulan.
*) Chairman Zamrud Technology, Alumnus UPS Toulouse Prancis
Blog ini dibangun untuk merangkum serakan pemikiran penulis yang telah terbit di berbagai media masa maupun yang belum. Bila dirangkum, serakan pemikiran tersebut bermaksud mendorong sikap berdikari untuk membangkitkan negri dan menggambarkan perjalanan yang tidak terlalu rumit untuk menuju negeri harapan. Pada tahap awal, mayoritas pemikiran difokuskan dalam hal peranan Teknologi Informasi untuk perbaikan daya saing bangsa ("Nation Driven Information, Communication, and Broadcasting Technology")
Semua karya cipta, baik yang berupa tulisan maupun software dapat terealisasi terutama karena "Rahmat dari Allah SWT" serta dukungan dari rekan-rekan saya dari ZamrudTechnology, Crayonpedia, eDemocracy & Governance Institute, dan eBroadcasting Institute. Semoga membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Husnin Mubarak
February 23rd, 2010 at 8:55 pm
Terimakasih Pak.
Tulisan ini sangat inspiratif dan membuka cakrawala. Pada paragraf 4 ada kalimat ‘Mechanical Turk’ mohon uraiannya Pak ?
Terimakasih
Hemat Dwi Nuryanto
February 24th, 2010 at 1:01 pm
baca ini mas :
http://en.wikipedia.org/wiki/Amazon_Mechanical_Turk
salam. hdn