[www.crayonpedia.org]

Proses pendidikan di negara berkembang pada umumnya memiliki rintangan yang sama. Mulai dari rintangan biaya sekolah, kurikulum, mutu pengajar, infrastruktur pendidikan hingga optimasi anggaran pendidikan nasional. Rintangan tersebut bagaikan cadas berbatu dan jurang menganga yang sulit dilalui. Untuk melompati jurang kesenjangan dan cadas penghalang dibutuhkan “jaring” Spiderman agar berbagai rintangan diatas bisa dilalui dengan cepat dan tepat. Pada era Globalisasi 3.0 sekarang ini semua unsur yang terlibat dalam proses pendidikan membutuhkan “jaring” Spiderman yang berbasis konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Fenomena “The World Is Flat” semakin kentara dan diikuti dengan mendatarnya lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, warga dunia di belahan manapun pada saat ini sebenarnya tidak perlu bersusah payah menggapai pengetahuan dan mengejar ketertinggalan berkat bantuan mesin pencari dan ensiklopedia online. Read the rest of this entry »

Share

Kompas, Jawa Barat, 14 Desember 2007, Oleh : Hemat Dwi Nuryanto

Provinsi Jawa Barat telah menjadi salah satu proyek percontohan sistem tender atau pengadaan barang dan jasa pemerintah secara EGP ( Electronic Government Procurement ) atau e-Procurement. Berbagai kalangan menaruh harapan yang tinggi terhadap kinerja sistem diatas. Karena sistem itu bisa memberantas berbagai modus penyuapan serta mencegah kebocoran keuangan negara. Mampukah sistem itu membasmi suap dan mencegah kebocoran di tatar Sunda secara efektif ? Read the rest of this entry »

Share

Kontan 12 November 2007, oleh: Hemat Dwi Nuryanto


Pemilu di Indonesia telah melahirkan paradoks. Biayanya sangat mahal tetapi menggunakan teknologi pemungutan suara yang kurang efisien. Bahkan boleh dibilang masih ?primitif? ketika kita bandingkan dengan negara lain. Para elite politik yang merancang UU Pemilu tetap saja mengidap sindrom katak dalam tempurung. Karena belum berani melakukan trobosan dalam hal teknologi pemungutan suara. Kalkulasi pemerintah terhadap kebutuhan dana untuk melaksanakan Pemilu 2009 mencapai Rp 17 triliun. Meskipun telah memangkas jumlah anggaran yang diusulkan Komisi Pemilihan Umum yang mencapai Rp 22,3 triliun. Namun, hal itu belum menggembirakan rakyat. Pasalnya, cara pangkas pemerintah itu belum bersifat sistemik dan masih menyisakan kerawanan dalam tahapan pemilu.
Read the rest of this entry »

Share

Kontan 06 November 2007, oleh: Hemat Dwi Nuryanto

Hingga kini kita masih penasaran dengan Tesis Paul Krugman, kolumnis The New York Time dan Professor dari Princeton University, Stanford dan MIT. Yang pada intinya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada prinsipnya lebih banyak disebabkan oleh perasan keringat, bukan oleh kedigdayaan otak dari segenap eksponen bangsa. Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi selama ini terjadi karena penambahan input berupa akumulasi modal dan tenaga kerja, dan bukannya peningkatan output. Read the rest of this entry »

Share

Tentang Blog

Blog ini dibangun untuk merangkum serakan pemikiran penulis yang telah terbit di berbagai media masa maupun yang belum. Bila dirangkum, serakan pemikiran tersebut bermaksud mendorong sikap berdikari untuk membangkitkan negri dan menggambarkan perjalanan yang tidak terlalu rumit untuk menuju negeri harapan. Pada tahap awal, mayoritas pemikiran difokuskan dalam hal peranan Teknologi Informasi untuk perbaikan daya saing bangsa ("Nation Driven Information, Communication, and Broadcasting Technology")

Semua karya cipta, baik yang berupa tulisan maupun software dapat terealisasi terutama karena "Rahmat dari Allah SWT" serta dukungan dari rekan-rekan saya dari ZamrudTechnology, Crayonpedia, eDemocracy & Governance Institute, dan eBroadcasting Institute. Semoga membawa manfaat bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan.